Selasa, 06 Oktober 2015
new one
Times flies,
Don't judge me by my pass , cause i don't live there anymore
The past is in the past, the future belongs to the future
Kamis, 14 Mei 2015
Indahnya
Indahnya hidupku saat tidak ada pembantu.
Menikmati menjadi ibu rumah tangga, bangun jam 4.30 nyiapin sarapan dan bekal anak.anak, lalu mengantarnya ke sekolah. Pulang ke rumah langsung belanja buat makan siang sekaligus mikir buat sarapan keesokan harinya. Sepulang dari pasar ngajar yoga sampai jam 9.30 lanjut memasak untuk makan siang, kelar masak menuju cucian baju batu sesudahnya sarapan. Tak terasa waktu menunjukkan saatnya jemput sekolah.
Sampai rumah kalau ngantuk ya tidur bentat, kalau engga ya setelika baju. Lebih seringnya sih ga bobok, takut kerjaan rumah numpuk.
Sore tiba, terkadang mengajar musik atau yoga.. Jadwalnya bergantian.. Lanjut mbelajatin anak-anak.
Jam 19.00 sampai jam 22.00 jaga kafe karena karyawanya pindah ke kafe lain yg lbh besar. Kalau rame ya tutup jam 22.30.. Pulang ke rumah membersihkan diri lanjut meditasi bentar dan tidur.
Di sela-sela waktu itu terkadang bikin makanan kecil buat anak2 dan tak lupa selalu memfoto hasilnya dan dipamerkan ke teman2 sesama ibu rumah tangga.. Hahaha seru.. Tp kegiatan saling memamerkan lauk dan makanan ini membuat masing2 dari kami ingin mencobanya. Lumayan,... Buat variasi masakan. Bener loh.. Pusing tiap hari harus masak apa... Di pasar yg dijual itu2 saja.
Kata temen saya yg belum punya anak, saya gula karena semua saya kerjakan sendiri.. Management waktunya gimana.. Ahhaa itu kata teman.
Saya yg melakoninya ya baik2 saja.. Lebih senang begini daripada digaji tinggi di kantor..pekerjaan saya sekarang buahnya adalah rasa bahagia.. Rejeki sih mengalir begitu saja.. Mungkin krn saya mengerjakannya dengan aenang hati. Bagaimana tidak? Pekerjaan saya sekarang adalah hobi saya. Musik, yoga dan kafe.
Indahnya duniaku..
Menikmati menjadi ibu rumah tangga, bangun jam 4.30 nyiapin sarapan dan bekal anak.anak, lalu mengantarnya ke sekolah. Pulang ke rumah langsung belanja buat makan siang sekaligus mikir buat sarapan keesokan harinya. Sepulang dari pasar ngajar yoga sampai jam 9.30 lanjut memasak untuk makan siang, kelar masak menuju cucian baju batu sesudahnya sarapan. Tak terasa waktu menunjukkan saatnya jemput sekolah.
Sampai rumah kalau ngantuk ya tidur bentat, kalau engga ya setelika baju. Lebih seringnya sih ga bobok, takut kerjaan rumah numpuk.
Sore tiba, terkadang mengajar musik atau yoga.. Jadwalnya bergantian.. Lanjut mbelajatin anak-anak.
Jam 19.00 sampai jam 22.00 jaga kafe karena karyawanya pindah ke kafe lain yg lbh besar. Kalau rame ya tutup jam 22.30.. Pulang ke rumah membersihkan diri lanjut meditasi bentar dan tidur.
Di sela-sela waktu itu terkadang bikin makanan kecil buat anak2 dan tak lupa selalu memfoto hasilnya dan dipamerkan ke teman2 sesama ibu rumah tangga.. Hahaha seru.. Tp kegiatan saling memamerkan lauk dan makanan ini membuat masing2 dari kami ingin mencobanya. Lumayan,... Buat variasi masakan. Bener loh.. Pusing tiap hari harus masak apa... Di pasar yg dijual itu2 saja.
Kata temen saya yg belum punya anak, saya gula karena semua saya kerjakan sendiri.. Management waktunya gimana.. Ahhaa itu kata teman.
Saya yg melakoninya ya baik2 saja.. Lebih senang begini daripada digaji tinggi di kantor..pekerjaan saya sekarang buahnya adalah rasa bahagia.. Rejeki sih mengalir begitu saja.. Mungkin krn saya mengerjakannya dengan aenang hati. Bagaimana tidak? Pekerjaan saya sekarang adalah hobi saya. Musik, yoga dan kafe.
Indahnya duniaku..
Senin, 20 April 2015
Sabtu
Jika hari Sabtu tiba,...
Sabtu kmrn saya agak terlambat berangkay ke pasar utk membeli kebutuhan kafe sehingga bwgitu sampai di rumah cm ada waktu 15 menit untuk mandi. Jam 8 murid sudah menunggu.Jam mengajar tiap sabtu selesai pkl 17.00. Inipun msh ada satu yg memohon utk bs diterima belajar, tapi saya tetap menolak. Kalau audah telat begini.. Untuk makan aaja saya harus mencuri waktu dan makannya sesuap demi sesuap hehee.. 30 menit lbh baru habis sarapannya. Makan siang terkadang lewat apalagi makan malam.
Berhubung sabtu kmrn adalah launching aoftdrink di kafe, maka saya hrs ngecek ke zana terlebih dahulu. Lagi2 untung ada murid yg ijin, jd ada 30 menit koaong dan bisa ngecek kafe sebentar.
Kelar mengajar. BeberesBeberes. Bawa perlengkapan karaokean ke kafe. Tak lupa ajak murid vocal utk tampil.. Alasannya sih latian nyanyi di depan umum. Mereka pasti ga datang sendiri.. Ortunya ikut juga.. Nah.. Lumayanan rame kafe malam itu. Tau- tau waktu sudah menunjukkan pkl 21.30.. Pulang deh.
Untungnya lagi semua kegiatan iyu dilakukan ga jauh dr anak dan rumah.
Amithaba...
Sabtu kmrn saya agak terlambat berangkay ke pasar utk membeli kebutuhan kafe sehingga bwgitu sampai di rumah cm ada waktu 15 menit untuk mandi. Jam 8 murid sudah menunggu.Jam mengajar tiap sabtu selesai pkl 17.00. Inipun msh ada satu yg memohon utk bs diterima belajar, tapi saya tetap menolak. Kalau audah telat begini.. Untuk makan aaja saya harus mencuri waktu dan makannya sesuap demi sesuap hehee.. 30 menit lbh baru habis sarapannya. Makan siang terkadang lewat apalagi makan malam.
Berhubung sabtu kmrn adalah launching aoftdrink di kafe, maka saya hrs ngecek ke zana terlebih dahulu. Lagi2 untung ada murid yg ijin, jd ada 30 menit koaong dan bisa ngecek kafe sebentar.
Kelar mengajar. BeberesBeberes. Bawa perlengkapan karaokean ke kafe. Tak lupa ajak murid vocal utk tampil.. Alasannya sih latian nyanyi di depan umum. Mereka pasti ga datang sendiri.. Ortunya ikut juga.. Nah.. Lumayanan rame kafe malam itu. Tau- tau waktu sudah menunjukkan pkl 21.30.. Pulang deh.
Untungnya lagi semua kegiatan iyu dilakukan ga jauh dr anak dan rumah.
Amithaba...
Kamis, 26 Maret 2015
Ibu
Ibu, adalah orang pertama yg memberi ijin dan restu saat mau berangkat kerja di Jakarta. Diiringi doa yang tulus semoga anaknya mendapatkan kelancaran dalam bekerja, sukses dan mandiri.
Ibu, adalah orang pertama yang memberi ijin dan restu saat anaknya mau melangkah ke pelaminan. Dengan segudang doa, semoga pilihan anaknya tidak salah. Semoga bahagia selalu.
Ibu, adalah orang pertama yang memberi ijin dan restu saat anaknya ingin resign dari pekerjaannya. Dengan segudang doa srmoga anaknya mampu menjadi ibu yang sabar mendampingi anak2nya, tetap menjadi wanita yang mandiri yang tdk bergantung pada suami dan diberi kelancaran rejeki.
Ibu, semua doamu terkabul, maka kau sudah dengan ikhlas menghadap sang Khalik. Hanya aku, anakmu yang belum sanggup bagaimana mengurai rasa rindu padamu.
Ibu, adalah orang pertama yang memberi ijin dan restu saat anaknya mau melangkah ke pelaminan. Dengan segudang doa, semoga pilihan anaknya tidak salah. Semoga bahagia selalu.
Ibu, adalah orang pertama yang memberi ijin dan restu saat anaknya ingin resign dari pekerjaannya. Dengan segudang doa srmoga anaknya mampu menjadi ibu yang sabar mendampingi anak2nya, tetap menjadi wanita yang mandiri yang tdk bergantung pada suami dan diberi kelancaran rejeki.
Ibu, semua doamu terkabul, maka kau sudah dengan ikhlas menghadap sang Khalik. Hanya aku, anakmu yang belum sanggup bagaimana mengurai rasa rindu padamu.
Rabu, 25 Maret 2015
mother how are you tiday
Mother how are you today
Here is a note from your daughter
With me everything is ok
Mother how are you today
Mother don't worry i'm fine
Promise to see you this summer
This time will be no delay
Mother how are you today
Here is a note from your daughter
With me everything is ok
Mother how are you today
Mother don't worry i'm fine
Promise to see you this summer
This time will be no delay
Mother how are you today
Senin, 23 Maret 2015
15 Maret 2015
Minggu, 15 Maret 2015 pk 06.30
"Halo yangti, sakit ya?.
Suara di seberang sana " Iya, Mama ki ra tau nok nganti muntah 3 kali, diare 3 kali". (mama ga pernah sakit sampai muntah 3 kali dan diare 3 kali)
"Yangti istirahat, maem dijaga, dikurangi jalan-jalannya ya.. terutama diistirahatkan pikirannnya"
pk 07.00
"papa, yangti lagi sakit tuh, nanti kalau papa ke sana bawain buah. Sempetin ke sana soalnya Senin papa pulang kan"
"lha kemaren yangti ga kenapa-napa tuh. Sabtu pagi sama aku nyari ulat bulu di tanamannya yangti. Trus kita jalan berdua nyari daun sirsak"
"ya itu kemaren pa, tp sekarang yangti lg ga enak badan"
"oh,, oke"
pk. 12.00
jemput si kaka yang habis kemping sejak hari sabtu. Saat mengantar kemping, kita janjian kalau jemputnya di parkiran belakang. Minggu itu saya mau parkir di parkiran belakang tapi penuh lalu disuruh ke parkiran depan. Saya tau pasti si kaka jalan ke parkiran belakang. Dan benar, melihat saya tidak ada di parkiran belakang dia jalan ke parkiran depan yang lumayan jauh. Bawaannya ditinggal di parkiran belakang. Padahal saya sudah menjagai di bawah kok ya ga nemu, melihat sekian banyak siswa pakai baju seragam pramuka. Si adik tidur, saya tinggal di mobil. Alhasil dua-duanya ngambek. Sudah dijelaskan tetep saja ngambek. Akhirnya daripada saya marah-marah, di perjalanan pulang saya membiarkan anak saya diam karena ngambek, dan sayapun juga terdiam. Kira-kira pk 13.15 tepat di depan sebuah bank, ada bisikan dalam hati saya mengatakan "ibu wis sedo, sedane apik, alus, kae lagi lenggahan" (ibu sudah berpulang, meninggalnya halus, itu sedang duduk). Saya kaget, dihalau oleh pikiran saya yang mengatakan, :ah masak, apa itu tadi".
13.30 tiba di rumah. ngurusin dua anak yang lagi ngambek. Nyuapin kaka dan adik, istirahat sebentar, trus si kaka minta dipijitin. Setelah itu mereka tidur. Saya ikut merebahkan diri tapi tidak bisa tdur.
13.55 suami sampai di rumah yangti dengan membawa tentangan buah. Niatnya mau memberikan oleh-oleh buah kepada yangti. Mencari yangti di kamar tidak ada, lalu mencari di ruang tamu dan mengetahui yangti sedang duduk dengan badan yang dingin dan lemas. Detak nadi sudah tidak ada.
14.04 kakak yang tinggal serumah dengan saya mengetuk pintu kamar, dan memberi kamar bahwa mama sudah berpulang. Saat itu jawaban saya " Lho, benar to itu tadi".. saya bertanya pada suara hati itu.
Sunday, March 15, is marked with a loss of one of the world's inhabitants. It is my beloved mother that serves as a departing constituent by her leaving this world of sorrow and tears in order to return to the Kingdom of everlastingness. She died of none deserving such common calling as incurable illness. Indeed there is none to answer or this deprivation of one's life.
Rest in peace mother, I love you.....
"Halo yangti, sakit ya?.
Suara di seberang sana " Iya, Mama ki ra tau nok nganti muntah 3 kali, diare 3 kali". (mama ga pernah sakit sampai muntah 3 kali dan diare 3 kali)
"Yangti istirahat, maem dijaga, dikurangi jalan-jalannya ya.. terutama diistirahatkan pikirannnya"
pk 07.00
"papa, yangti lagi sakit tuh, nanti kalau papa ke sana bawain buah. Sempetin ke sana soalnya Senin papa pulang kan"
"lha kemaren yangti ga kenapa-napa tuh. Sabtu pagi sama aku nyari ulat bulu di tanamannya yangti. Trus kita jalan berdua nyari daun sirsak"
"ya itu kemaren pa, tp sekarang yangti lg ga enak badan"
"oh,, oke"
pk. 12.00
jemput si kaka yang habis kemping sejak hari sabtu. Saat mengantar kemping, kita janjian kalau jemputnya di parkiran belakang. Minggu itu saya mau parkir di parkiran belakang tapi penuh lalu disuruh ke parkiran depan. Saya tau pasti si kaka jalan ke parkiran belakang. Dan benar, melihat saya tidak ada di parkiran belakang dia jalan ke parkiran depan yang lumayan jauh. Bawaannya ditinggal di parkiran belakang. Padahal saya sudah menjagai di bawah kok ya ga nemu, melihat sekian banyak siswa pakai baju seragam pramuka. Si adik tidur, saya tinggal di mobil. Alhasil dua-duanya ngambek. Sudah dijelaskan tetep saja ngambek. Akhirnya daripada saya marah-marah, di perjalanan pulang saya membiarkan anak saya diam karena ngambek, dan sayapun juga terdiam. Kira-kira pk 13.15 tepat di depan sebuah bank, ada bisikan dalam hati saya mengatakan "ibu wis sedo, sedane apik, alus, kae lagi lenggahan" (ibu sudah berpulang, meninggalnya halus, itu sedang duduk). Saya kaget, dihalau oleh pikiran saya yang mengatakan, :ah masak, apa itu tadi".
13.30 tiba di rumah. ngurusin dua anak yang lagi ngambek. Nyuapin kaka dan adik, istirahat sebentar, trus si kaka minta dipijitin. Setelah itu mereka tidur. Saya ikut merebahkan diri tapi tidak bisa tdur.
13.55 suami sampai di rumah yangti dengan membawa tentangan buah. Niatnya mau memberikan oleh-oleh buah kepada yangti. Mencari yangti di kamar tidak ada, lalu mencari di ruang tamu dan mengetahui yangti sedang duduk dengan badan yang dingin dan lemas. Detak nadi sudah tidak ada.
14.04 kakak yang tinggal serumah dengan saya mengetuk pintu kamar, dan memberi kamar bahwa mama sudah berpulang. Saat itu jawaban saya " Lho, benar to itu tadi".. saya bertanya pada suara hati itu.
Sunday, March 15, is marked with a loss of one of the world's inhabitants. It is my beloved mother that serves as a departing constituent by her leaving this world of sorrow and tears in order to return to the Kingdom of everlastingness. She died of none deserving such common calling as incurable illness. Indeed there is none to answer or this deprivation of one's life.
Rest in peace mother, I love you.....
Minggu, 22 Februari 2015
Teringat
Kurang lbh setahun yll, selesai meditasi malam, aku seperti disuruh, didorong, disadarkan oleh sesuatu utk "melepaskan semua".Rasanya dorongan itu begitu melegakan dan damai. Maka kemudian antara lain, saya sdh melepaskan salah satunya yaitu pekerjaan. Que sera sera.
Malam ini saya kembali pada situasi seperti itu. Disuruh, didorong dan lebih kuatnya adalah disadarkan akan kematian.
Mungkin pemicunya adalah sesuatu di tubuh saya yg sebenarnya sudah lama ada. Akhir2 ini terasa panas dan sedikit sakit.
Jadi dorongan ini lebih kepada supaya saya selalu dalam keadaan "sadar". OMG, ternyata saya memang sudah jauh sekali dari sebuah kesadaran itu. Lama sekali tdk pernah meditasi.
Baiklah.. Semestaku sudah mengingatkan untuk sadar kembali.
Malam ini saya kembali pada situasi seperti itu. Disuruh, didorong dan lebih kuatnya adalah disadarkan akan kematian.
Mungkin pemicunya adalah sesuatu di tubuh saya yg sebenarnya sudah lama ada. Akhir2 ini terasa panas dan sedikit sakit.
Jadi dorongan ini lebih kepada supaya saya selalu dalam keadaan "sadar". OMG, ternyata saya memang sudah jauh sekali dari sebuah kesadaran itu. Lama sekali tdk pernah meditasi.
Baiklah.. Semestaku sudah mengingatkan untuk sadar kembali.
Rabu, 18 Februari 2015
Valentinan
Valentine Day
Ikut2an aja merayakan hari kasih sayang. Ceritanya, saya bikin paket khusus di cafe .Malan berdua hanya sekian rupiah. Tapi ternyata paketan itu kurang menarik. Dari total pengunjung yg dtg, hanya satu yg pesan paket itu hehhee..
Ya gapapalah, yg penting beli menu lainnya.Nah, tdnya mau ada life music critanya,udah angkut2 keyboard, laptop eee penyanyiku ga datang.
Jadilah saya nyanyi sendiri. Ada untungnya jg srkolah musik dulu, berguna utk kehidupan saya skrg ini.
Berhubung anak2 ikut ibunya, maka saya cuma sampai jam 10... Beberes... Balik rumah ambil mobil.. Balik lagi ke kafe..angkut keyboard.. Balik lg ke rumah. Mpe rumah si kecil udah merem.
Aih serunya dan berwarna hidup saya skrg ini. Thankyou universe.
Rabu, 11 Februari 2015
almost a year
Almost a year
Tak ada yg lbh membahagiakan dr seorang ibu utk selalu berada di dekat anaknya. Memastikannya aman, sehat, selamat samapi sekolah adalah rutinitas saya setiap pagi.
Ada haru dlm hati.. Bahwa ternyata saya boleh memilih dan memang mempunyai pilihan.
Saya tau, saya paham bahwa diluar sana banyak sekali wanita pekerja yang menginginian untuk ini, tapi harus tetap berrahan krn tuntutab profesiibalisme ataupun tuntutan ekonomi dan segudang alasan lainnya.
Mudah- mudahan para ibu yg diharuskan untuk tetap bekerja selalu diberkati.
Tak ada yg lbh membahagiakan dr seorang ibu utk selalu berada di dekat anaknya. Memastikannya aman, sehat, selamat samapi sekolah adalah rutinitas saya setiap pagi.
Ada haru dlm hati.. Bahwa ternyata saya boleh memilih dan memang mempunyai pilihan.
Saya tau, saya paham bahwa diluar sana banyak sekali wanita pekerja yang menginginian untuk ini, tapi harus tetap berrahan krn tuntutab profesiibalisme ataupun tuntutan ekonomi dan segudang alasan lainnya.
Mudah- mudahan para ibu yg diharuskan untuk tetap bekerja selalu diberkati.
Rindu
RINDU
Rindu itu sederhana. Aku dan kamu tidak ketemu.Titik..... --- Dee
Ngefans sama penulis wanita ini.. Sepertinya sangat menyadari alur kehidupan yg sedang dijalaninya. Cewek trus penulis.. Kayaknya keren banget deh.
Wanna have one of her book
Selasa, 10 Februari 2015
Jelly art
Jelly art
Sejak resmi menjadi ibu rumah tangga.. Walau ada kegiatan mengajar dan urusan lain, saya merasa msh ada waktu kosong. Kebanyakan waktu kosong membuat diri rasa tak berarti hehehe..
Jadi.. Mulailah mencari-cari kesibukan antara lain adalah kursus bikin puding jelly art. Kenapa puding? Karena anak-anak paling diyan puding selain roti. Nah untuk belajar membuat bolu belum ada waktunya nih.
Inilah hasil jelly artnya..
Aduh blm berhasil upload fotonya.
Sejak resmi menjadi ibu rumah tangga.. Walau ada kegiatan mengajar dan urusan lain, saya merasa msh ada waktu kosong. Kebanyakan waktu kosong membuat diri rasa tak berarti hehehe..
Jadi.. Mulailah mencari-cari kesibukan antara lain adalah kursus bikin puding jelly art. Kenapa puding? Karena anak-anak paling diyan puding selain roti. Nah untuk belajar membuat bolu belum ada waktunya nih.
Inilah hasil jelly artnya..
Aduh blm berhasil upload fotonya.
Senin, 29 September 2014
Berita singkat
Pagi-pagi, ada WA muncul di hp saya, isinya : Bu, saya ayahnya bintang. Bundanya bintang sudah tiada sekarang, mohon dimaafkan segala kesalahannya. Oiya bintang bayaran les lagi kapan dan jam berapa bintang harus les?
Dorrrrrr, kaget bak disamber geledek. 5 hari yang lalu tepatnya hari Minggu, saya ngobrol dengan alm tentang perkembangan anaknya. Hangat dan ramah. Lha kok jumatnnya tiada. Umur memang bukan kuasa manusia untuk menyudahinya. Dan setiap mendapatkan berita demikian saya selalu tertegun dan seperti diingatkan untuk tidak "ngoyo" menjalani hidup. Untuk menjadi apa adanya saja, mengalir.
Biarkan semesta bekerja untuk kita. Namaste
Kamis, 12 Juni 2014
Lucunya....
Suatu sore, saya sedang di dapur, si bungsu sedang bermain di luar dengan teman-temannya. Tiba-tiba dia masuk rumah dan menangis karena jatuh dan terluka. Saya lihat lukanya sih tidak parah, hanya sedikit berdarah pada lututnya, tapiiii nangisnya luar biasa. Hihih... lucu sih. Saya terlibat langsung dalam tangisnya, saya nikmati tangisannya, rengekannya. Dengan diam dan dengan kesadaran penuh, saya tuntun dia masuk kamar mandi, saya mandikan, kemudian saya bersihkan lukanya. Setelah seger badannya dan berhenti nangisnya, tiba-tiba dia bilang " mau makanan.... "
Di lain waktu, saya terlambat menjemputnya sekolah. Hal ini dikarenakan oleh dua sebab. Pertama, jadwal pulang dia lebih awal karena sedang ulangan kenaikan kelas. Kedua, murid-murid yoga saya yang kesemuanya ibu-ibu itu tidak langsung pulang setelah selesai, meski saya sudah bebasa-basi bilang saya akan menjemput anak sekolah. Alhasil, tiba di sekolahan telambat 15 menit.
Ngamuknya lucu, mukanya manyun, "ibu, kenapa sekarang jemputnya lama banget sih.. ibu juga lupa membawa Bear (boneka kesayangannya)"..Sebenarnya saya ingin tertawa ngakak melihat mimik muka ngambeknya yang lucu, tp saya tahan. Diam-diam saya foto dia. Melihat sedang difoto ibunya, ngamuknya tambah dan pecahlah tangisnya.
Akhirnya saya peluk dan saya pangku dia sampai tangisnya reda. hem.. khas anak-anak bener ya. Tapi hal-hal ini yang membuat saya tersenyum bahagia.
Jumat, 30 Mei 2014
Sebuah pertanyaan
Seminggu kemaren kaka libur , adik masuk sekolah seperti biasa. Setiap hari kaka ikut mengantar adik ke sekolah. Sepulang dari antar adik sekolah, terjadi dialog antara ibu dan anak yang membuat si ibu, saya, pakai mikir ngomongnya.
Kaka: Ibu, surga itu sebenarnya letaknya dimana
Ibu: Ya, sebenarnya surga itu bukan letak kak. Kalau kaka merasa bahagia sekarang, merasa senang, ya dunia ini surga. Kalau kaka merasa sengsara, sedih, marah, ya dunia ini neraka kaka.
Kaka: Lha terus, Tuhan dimana, katanya Tuhan ada di surga
Ibu: Tuhan itu kan digambarkan sebagai sesuatu/seorang yang MAHA. Maha segala-galanya, yang bisa melakukan hal yang mustahil dilakukan manusia. Tuhan kalau digambarkan sesuatu yang besar, ya besar. Kalau digambarkan menjadi kecil, ya kecil. Bahkan Tuhan bisa bersemayam di hati setiap manusia di seluruh dunia ini, tak terkecuali di dalam orang gila sekalipun, di situ Tuhan bersemayam. Maka, sudah selayaknya kita mengasihi sesama manusia, menyayangi dan menghormati,tidak membedakan kaya miskin, agama, cantik kagak dan sebagainya, karena Tuhan ada dalam diri manusia2 itu.
Kaka : Lha, kenapa orang bisa jahat. Tuhan dimana
Ibu: Setan jg punya kekuatan yang besar. Dalam diri orang ada tuhan ada setan. Tuhan itu berbicara lewat hati nurani. Kaka pernah engga merasa, misalnya kaka berbohong, terus dalam hati kaka bilang, "jangan bohong, jujurlah"
Kaka: Iya, pernah
Ibu: Itulah suara tuhan. Suara hati nurani tidak pernah bohong. Nah, kalau suara hati tidak pernah didengarkan, lama-lama kita tidak peka terhadap hati nurani itu .Mungkin orang-orang jahat itu begitu, tdk pernah mau mendengar suara hatinya, maka jadilah suara setan yang lebih keras terdengar
Kaka: Kalau kesel, sebel itu suara setan?
Ibu: Mungkin
Kaka: Bagaimana mengatasi rasa sebel... bagaimana caranya supaya tidak sebel
Ibu: Ya diam, sadari, seperti yang kita lakukan meditasi itu. Sadari kalo kaka sebel " oh, aku sebel" lihat siapa yang sebel. Lama-lama nanti memudar sebelnya. Ibu tau kaka pandai memaafkan
Kaka: hhehehehee
Dalam hati saya bilang, anakku 11 th kok sudah berpikir hal-hal seperti ini. Dulu saya tidak pernah terpikirkan. Ah, semoga penjelasan saya cukup masuk akal, semoga pendampingan saya untuk dia bertumbuh tidak sia-sia.
Sabtu, 26 April 2014
Kebebasan
Belum genap satu bulan saya menghirup udara kebebasan. Kebebasan dari rutinitas dunia perkantoran yang sudah saya jalani selama 14 tahun 8 bulan. ehemm..
Aktifitas ternyata semakin padat dan saya rasakan hidup menjadi lebih dinamis. Kalau dulu bangun subuh, yoga, lalu buru-buru mandi dan mengejar kereta, berhimpitan di kereta atau bersumpah serapah di jalan tol kemudian sampai kantorpun setengah hati mengerjakan tugas-tugas kantor, pulang malam masih berjibaku dengan padatnya kendaraan atau padatnnya kereta api.
Sekarang, bangun subuh, yoga, antar anak-anak sekolah, mengajar yoga, istirahat sebentar lalu jemput sekolah, sempat tidur siang sebentar hehehe... sepedaan sore, mengajar musik, nemenin belajar dan seterusnya. Jika ada kebutuhan tertentu, maka acara menjemput sekolah saya oper ke jemputan sekolahnya. Inilah gunanya tetap berhubungan baik dengan mereka. Dan, saya tidak perlu sungkan mengajukan cuti ke atasan untuk segala keperluan tersebut karena semuanya bisa saya atur sesuai kebutuhan, kepentingan dan kemauan saya.
Saya sadar rasa capek juga ada dengan aktifitas yang padat ini, tapi bukan berarti saya menginginkan kembali bekerja kantoran. Capek ini tidak bisa dibandingkan dengan capek ngantor.Jika kemudian ada yang bertanya, enak mana: kerja kantor apa kerja di rumah?.hemmm.. it's not apple to apple.
Saya tidak akan bermimpi bekerja pada orang. Saya bermimpi mempekerjakan orang lebih banyak lagi.
Apakah terlalu muluk mimpi saya?
Aktifitas ternyata semakin padat dan saya rasakan hidup menjadi lebih dinamis. Kalau dulu bangun subuh, yoga, lalu buru-buru mandi dan mengejar kereta, berhimpitan di kereta atau bersumpah serapah di jalan tol kemudian sampai kantorpun setengah hati mengerjakan tugas-tugas kantor, pulang malam masih berjibaku dengan padatnya kendaraan atau padatnnya kereta api.
Sekarang, bangun subuh, yoga, antar anak-anak sekolah, mengajar yoga, istirahat sebentar lalu jemput sekolah, sempat tidur siang sebentar hehehe... sepedaan sore, mengajar musik, nemenin belajar dan seterusnya. Jika ada kebutuhan tertentu, maka acara menjemput sekolah saya oper ke jemputan sekolahnya. Inilah gunanya tetap berhubungan baik dengan mereka. Dan, saya tidak perlu sungkan mengajukan cuti ke atasan untuk segala keperluan tersebut karena semuanya bisa saya atur sesuai kebutuhan, kepentingan dan kemauan saya.
Saya sadar rasa capek juga ada dengan aktifitas yang padat ini, tapi bukan berarti saya menginginkan kembali bekerja kantoran. Capek ini tidak bisa dibandingkan dengan capek ngantor.Jika kemudian ada yang bertanya, enak mana: kerja kantor apa kerja di rumah?.hemmm.. it's not apple to apple.
Saya tidak akan bermimpi bekerja pada orang. Saya bermimpi mempekerjakan orang lebih banyak lagi.
Apakah terlalu muluk mimpi saya?
Kamis, 27 Maret 2014
Inilah saatnya
Saat membaca surat dari atasan saya yang merupakan balasan dari permohonan pengunduran diri sebulan yang lalu, tak cukup sekali membacanya. Ingatan saya kembali terbawa pada 14 tahun yang lalu, tepatnya 14 th 8 bulan, tak terpikir waktu itu bahwa saya akan berhenti di tengah jalan. Saat itu khayalan saya adalah: saya akan pensiun di umur 60th, saat anak-anak saya sudah di perguruan tinggi bahkan si sulung sudah bekerja, lalu tabungan saya sekian untuk bekal hari tua saya, sayapun masih mendapatkan uang pensiun setiap bulan dari perusahaan ini.
Namun ternyata dinamika kehidupan tidak pernah dapat kita ramalkan sebelumnya. Semesta membawa saya pada saat ini, dimana saya harus memilih. Sebagai orang kampung yang masuk ke Jakarta, bekal saya hanya kebulatan tekad untuk bekerja jujur dan mandiri, tidak bergantung kepada orangtua. Saat itu saya bukan siapa-siapa. Dan karena bekerja di perusahaan ini, akhirnya saya memiliki rumah untuk berteduh, saya mempunyai kehidupan yang layak.
Di perusahaan ini pula saya pernah mengumpat, saya pernah tertawa , sayapun pernah menangis dan akhirnya saya mengucap syukur. Setelah sekian tahun berjalan, tentu saya perlu waktu untuk memutuskannya , untuk mempunyai keberanian memutuskan ini tidaklah mudah.
Haru menyelimuti hati saya saat teman-teman dari bagian-bagian lain secara bergerombolan
dan bergantian, berdatangan mengucapkan selamat tinggal untuk saya. Mereka masih mengingat saya.
Saya tahu, tidak ada keputusan yang salah dalam hidup ini, semua akan mengalir melalui muara2nya. Inilah saatnya, saya... dengan dunia baru.
Rabu, 19 Maret 2014
Kita adalah apa yang kita miliki
Untuk memahami hubungan, perlu ada kesadaran yang pasif, yang tidak menghancurkan hubungan. Sebaliknya, kesadaran itu membuat hubungan menjadi jauh lebih vital, jauh lebih bermakna.
Lalu di dalam hubungan itu ada kemungkinan bagi kasih sayang sejati: terdapat kehangatan, rasa dekat, yang bukan sekadar sentimen atau rasa-tubuh. Dan kalau kita dapat mendekati secara itu, atau berada dalam hubungan terhadap segala sesuatu, maka masalah-masalah kita dapat teratasi dengan mudah -- masalah harta benda, masalah milik.
Oleh karena kita adalah apa yang kita miliki. Orang yang memiliki uang adalah uang itu. Orang yang melihat dirinya dalam harta bendanya adalah harta benda itu, atau rumah, atau perabot. Begitu pula dengan gagasan, dengan tokoh; dan bila terdapat kepemilikan, tidak ada hubungan.
Tetapi kebanyakan dari kita memiliki oleh karena kita tidak punya yang lain jika kita tidak memiliki. Kita adalah kulit yang hampa bila kita tidak memiliki, bila kita tidak mengisi hidup kita dengan perabot, dengan musik, dengan pengetahuan, dengan ini-itu. Dan kulit itu membuat banyak gaduh, dan kegaduhan itu kita sebut hidup; dan kita merasa puas dengan semua itu.
Dan bila terdapat gangguan, bila semua itu meninggalkan kita, lalu terdapat kesedihan, oleh karena pada saat itu Anda tiba-tiba menyadari diri Anda seperti apa adanya -- sebuah kulit hampa, tidak punya banyak makna.
Jadi, menyadari seluruh isi hubungan adalah tindakan; dan dari tindakan itu ada kemungkinan bagi hubungan yang sejati, ada kemungkinan untuk menemukan kedalamannya yang besar, maknanya yang besar, dan mengetahui apa itu cinta.
J Krishnamurti
Buku Kehidupan: Hubungan
18 Maret
diambil dari https://www.facebook.com/hudoyo?fref=nf
Selasa, 18 Maret 2014
Everything happens for a reason
Everything happens for a reason.
Selama 5 hari, saya belajar yoga di Bandung. Tidak hanya sekedar belajar yoga sebagai sebuah bentuk olahraga/senam, tapi juga belajar tentang spiritualisme, filosofi yang terkandung di dalamnya. Master saya (saya senang menyebutnya master, karena memang dia master banget di bidang ini), bicara bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan. Semua sudah diatur, digariskan sedemikian rupa, sehingga kita tinggal menjalaninya saja.
Beberapa tahun yang lalupun, tidak ada dalam pikiran saya, bercita-cita menjadi seorang guru yoga, juga bercita-cita mempunyai sekolah musik. Semua terjadi begitu saja. Sepertinya "sesuatu di sana" memanggil-manggil saya untuk melakukan ini, sekarang.
Kalau saya sudah berada pada pencapaian sekarang ini, secara emosi, mental, spiritual, jasmani dan rohani, itu karena saya telah melewati masa lalu saya. Maka saat ini saya berterimakasih kepada masa lalu saya, kepada masa kecil saya yang harus bepindah-pindah kontrakan karena orangtua belum punya rumah sendiri, berterimakasih kepada orang-orang yang pernah membuat saya marah, sedih, kecewa, iri dan sebagainya. Juga berterimakasih kepada orang yang pernah mencintai dan saya cintai, terima kasih kepada guru yang pernah mendidik saya, guru akademis maupun guru alam. Semuuanyaaaa tak bisa saya sebut satu per satu....
Kemaren, saya merasakan de javu. Seolah-olah saya pernah mengalami hal ini. Saya tau master saya akan bicara tentang A setelah bicara mengenai B. Dan.. benar. Berarti, jalan ini memang harus saya lewati. Berarti memang keputusan ini bukan semata-mata "saya" yang membuat. "Sesuatu" di sana menanti saya. Berarti memang semua yang telah saya lalui membawa saya pada saat ini. Ke-Kini-an ini. Semesta begitu luar biasa.
Senin, 10 Maret 2014
Hadapi Fakta dan Lihat Apa Yang Terjadi
Kita semua pernah mengalami rasa kesepian hebat, ketika buku-buku, agama, dan segala sesuatu lenyap dan kita merasa kesepian, hampa secara hebat di dalam batin. Kebanyakan dari kita tidak mampu menghadapi kehampaan itu, kesepian itu, dan kita melarikan diri darinya.
Kita lari kepada ketergantungan, bergantung pada sesuatu, oleh karena kita tidak berani berdiri sendirian. Kita memerlukan radio, televisi, buku, ngobrol, bergunjing ini-itu tanpa henti, tentang seni dan budaya. Jadi, kita sampai pada titik yang di situ kita tahu ada rasa isolasi-diri yang luar biasa ini.
Kita mungkin punya pekerjaan yang sangat baik, bekerja dengan keras, menulis buku, tetapi di dalam batin terdapat kevakuman yang hebat. Kita ingin mengisinya, dan ketergantungan adalah salah satu jalannya.
Kita memanfaatkan ketergantungan, hiburan, kegiatan tempat ibadah, agama, minuman keras, perempuan, dan selusin hal lagi untuk mengisinya, menutupinya. Jika kita melihat bahwa adalah sia-sia untuk mencoba menutupinya, sama sekali sia-sia --bukan secara verbal, bukan dengan keyakinan, dan dengan demikian dengan kesepakatan dan tekad-- tetapi jika kita melihat absurditas total dari hal itu ... maka kita berhadapan dengan suatu fakta.
Soalnya bukan bagaimana membebaskan diri dari ketergantungan; itu bukan fakta; itu hanya reaksi terhadap fakta. ... Mengapa saya tidak menghadapi fakta itu dan melihat apa yang terjadi?
Sekarang masalahnya adalah si pengamat dan yang diamati. Si pengamat berkata, “Saya hampa; saya tidak suka itu,” dan lari darinya. Si pengamat berkata, “Saya lain dari kehampaan.”
Tetapi si pengamat adalah kehampaan itu; bukan kehampaan yang dilihat oleh si pengamat. Si pengamat adalah yang diamati. Terdapat revolusi hebat di dalam berpikir, di dalam merasa, apabila itu terjadi.
J Krishnamurti
Buku Kehidupan: Kelekatan
10 Maret
*Diambil dari wallnya Pak Hudoyo Hupudio, https://www.facebook.com/hudoyo
Langganan:
Postingan (Atom)